Kakanwil Kemenag Sulsel H. Ali Yafid Buka Pelatihan Pendidikan Inklusif MTsN 1 Bone
8/2/20262 min read


Humas MTsN 1 Bone) – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, secara resmi membuka Pelatihan Pendidikan Inklusif MTsN 1 Bone yang mengusung tema "Mewujudkan Madrasah Ramah untuk Semua, Setiap Anak Berhak Belajar dan Berprestasi" di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bone, Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh MTsN 1 Bone ini diikuti oleh 130 ASN sebagai bentuk penguatan komitmen madrasah dalam mengimplementasikan pendidikan inklusif.
Turut hadir mendampingi Kakanwil, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan. Hadir pula Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bone H. Ahmad Yani, Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Bone Rahman, Kepala MTsN 1 Bone H. Ambo Asse beserta Ketua Dharma Wanita Persatuan MTsN 1 Bone.
Sebelum pembukaan resmi, Kepala MTsN 1 Bone, H. Ambo Asse, menyampaikan sambutan sekaligus menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kakanwil Kemenag Sulsel dan seluruh tamu undangan. Ia menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis MTsN 1 Bone dalam meningkatkan kapasitas guru agar mampu memberikan layanan pendidikan yang ramah, adil, dan berpihak kepada seluruh peserta didik.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bone, H. Ahmad Yani, yang mengapresiasi inisiatif MTsN 1 Bone dalam menyelenggarakan pelatihan pendidikan inklusif. Menurutnya, peningkatan kompetensi guru menjadi salah satu kunci keberhasilan penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan belajar yang sama bagi setiap peserta didik.
Dalam arahannya sebelum membuka kegiatan, H. Ali Yafid menekankan bahwa seorang pemimpin harus mampu memahami bawahannya sehingga tercipta suasana kerja yang harmonis dan produktif. Ia juga mengingatkan seluruh ASN Kementerian Agama agar senantiasa bekerja dengan berlandaskan nilai-nilai KBC sebagai budaya kerja yang harus diterapkan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.
Lebih lanjut, H. Ali Yafid menegaskan bahwa implementasi pendidikan inklusif harus dimulai dari cara pandang para pendidik yang tidak membedakan peserta didik berkebutuhan khusus dengan peserta didik lainnya. Menurutnya, setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas, berkembang sesuai potensinya, serta meraih prestasi tanpa diskriminasi.
Pada kesempatan tersebut, H. Ali Yafid juga menyampaikan pesan tentang makna kesetiaan dalam bekerja. Ia mengatakan bahwa kesetiaan tidak diukur dari apa yang tampak di hadapan seseorang, melainkan dari kesungguhan seseorang dalam bekerja dan memberikan kontribusi meskipun berada di belakang.
Usai menyampaikan arahannya, H. Ali Yafid secara resmi membuka Pelatihan Pendidikan Inklusif MTsN 1 Bone. Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh guru semakin memahami konsep dan praktik pendidikan inklusif sehingga mampu mewujudkan madrasah yang ramah, inklusif, serta memberikan kesempatan yang sama kepada setiap peserta didik untuk belajar dan berprestasi. (Ebah/Maesuri)


